“Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya, dia menyejukkanmu. Apabila kamu memerintahkannya, dia mentaatimu. Dan apabila kamu tidak ada, dia selalu menjaga dirinya dan hartamu.”(HR. An-Nasa’i)
Setiap wanita pasti ingin tampil lebih cantik dan menarik. Tak pandang siapa mereka, dari yang berpakaian minim, tidak sempurna (tidak menurut syariat islam), hingga yang berpakaian muslimah dan bercadar pun ingin selalu tampil sebagai wanita yang “Cantik dan menarik.”
Persoalan untuk apa dan siapa kecantikan itu dipersembahkan, kembali pada diri masing-masing. Bagi mereka yang telah memahami hukum-hukum Allah, tentu mengetahui kepada siapa harusnya kecantikan tersebut diperuntukkan, bukan untuk tabarruj (berlebih-lebihan), dan juga memamerkan kecantikan tersebut kepada yang tidak berhak memandangnya.
Meski fenomena telah banyak berbicara akan terjerumusnya wanita kepada kehinaan akibat kecantikan, namun hal ini tetap menjadi kebanggaan bagi tiap wanita. Bagi mereka mempunyai kecantikan di atas standar merupakan kehormatan tersendiri. Karena melihat realita saat ini, seorang wanita yang agaknya kurang cantik seakan menjadi bahan cemoohan, celaan dan sebagainya.

Cantik itu Anugerah…
Kecantikan merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada wanita, tak ada seorang wanita pun yang tidak cantik, karena cantik itu relatif, tergantung yang memandangnya. Seseorang bisa berkata bahwa wanita itu cantik, namun lain halnya dengan orang lain, belum tentu ia berkata bahwa wanita itu cantik, begitu seterusnya. Maka bagi yang sampai saat ini belum merasa dirinya cantik… hapuslah klaim itu menjadi sebuah rasa syukur kepada Allah atas penciptaan kita yang begitu sempurna, Alhamdulillah…
لقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (سورة التين:4)
“Sungguh, Aku (Allah) telah menciptakan manusia dalam keadaan yang sebaik-baiknya.” (At-Tin:4)
Pada hakekatnya, kecantikan itu ada sejak seseorang dilahirkan, tak perlu ia harus memoles wajahnya dengan berbagai macam alat dan produk kecantikan, sehingga seringkali yang awalnya ingin menjadikan wajahnya semakin indah, justru berakibat fatal!!! Yang ada justru sebaliknya, wajah itu menjadi rusak tak seperti yang diharapkan, akibat ketidakcocokan, kurang rutin dalam pemakaian, atau sebab-sebab lainnya. Yang awalnya ingin badanya langsing, singset, justru sebaliknya, ia menjadi gemuk bahkan obesitas, entah karena salah cara pemakaian atau yang lainnya. Maka jika dilihat, beberapa produk kecantikan hanya akan membahayakan dan juga merusak.
Kemudian jika kita tinjau dari sisi syar’i, sudahkah semua produk kosmetik yang kita gunakan itu halal dan diperbolehkan? Melihat bahan-bahan yang dicampurkan adalah barang yang haram? Belum lagi jika kita ditinjau dari sisi biaya, berapakah biaya yang kita pergunakan hanya untuk memoles wajah kita? Bukankah hal itu termasuk tabdzir (pemborosan) yang jelas dilarang oleh Allah? Allah berfirman,
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ (سورة الاسراء:27)
“Sesungguhnya orang-orang yang mubadzir adalah saudara syaithan.” (Al-Isro’:27)
Pada dasarnya, mempercantik wajah dan memperelok penampilan itu diperbolehkan, namun kita harusnya lebih selektif (tepat) untuk memilih dan memilah mana yang baik menurut syari’at, juga lebih menimbang antara keinginan dan kebutuhan, antara yang primer dan sekunder, begitu seterusnya. Sehingga kita dapat menjadi “Muslimah Cerdas dan Brilliant.”

Cantik itu tak sebatas indah…
Sejatinya, kecantikan tak hanya sebatas pada keindahan paras wajah dan lekuk tubuh. Meski tak bisa dipungkiri, bahwa kecantikan secara fisiklah yang banyak dijadikan barometer (standar ukuran) sebuah kecantikan.
Kecantikan fisik tak akan sempurna jika tak diiringi dengan kecantikan bathin (Inner beauty). Ada bentuk kecantikan yang wajib dimiliki wanita. Kecantikan yang pasti bisa diraih oleh semua wanita dengan usaha dan keikhlasan. Itulah kecantikan sejati, yang merupakan kecantikan sesungguhnya. Apalah artinya keindahan rupa dan raga yang tanpa disertai kecantikan jiwa dan pekerti. Cantik raga dan jiwa, adalah kecantikan seutuhnya. Karena yang paling mulia di sisi Allah bukanlah mereka yang hanya sekedar cantik secara fisik, namun siapa di antara mereka yang paling bertakwa, Allah berfirman,
•      (سورة الحجرات:13)
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (Al-Hujurat:13)
Dalam sebuah hadist juga disebutkan, Rasulullah bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah dan hartamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalanmu.” (HR Muslim)
Hakekat ini perlu diketahui, karena kecantikan raga yang dibarengi dengan jiwa adalah kecantikan seutuhnya. Oleh karena itu, lazimnya seorang wanita tidak hanya berlomba-lomba dalam memoles wajah dan memperelok tubuhnya, akan tetapi lebih kepada perbaikan jiwa, keimanan, ketaqwaan dan amalan, sehingga kecantikan yang dia miliki menjadi kecantikan seutuhnya.
Cantik itu untuk siapa???
Saat kecantikan itu telah diraih, banyak yang menyalahgunakan hal ini. Kecantikan itu hanya dijadikan sebagai perhiasan kesombongan yang dapat dipamerkan kemanapun ia pergi. Padahal sebenarnya tidak begitu, Islam melarang wanita dari tabarruj bukan berarti melarang kita untuk tampil tidak indah. “Karena Allah itu Indah dan menyukai keindahan.”
Lazimnya, kecantikan itu hanya kita peruntukkan untuk suami, bukan kepada laki-laki ajnaby (bukan mahram), atau mereka yang tak halal bagi kita. Karena sebaik-baik wanita adalah yang dapat membahagiakan suaminya. Saat suami memandangnya, ia menyenangkan dan menyejukkan hati. Sebagaimana sabda Rasulullah,
خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَ إِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ
“Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya, dia menyejukkanmu. Apabila kamu memerintahkannya, dia menaatimu. Dan apabila kamu tidak ada, dia selalu menjaga dirinya dan hartamu.”(HR. An-Nasa’i)
Maka, banyak sesuatu yang kita dilarang untuk melakukan, namun jika diperuntukkan buat suami maka hal itu diperbolehkan, seperti parfum, bersolek, atau yang lainnya. Sehingga menyimpulkan dari hadist ini membahagiakan suami adalah wajib. Maka percantiklah diri hanya untuk suami…
Semoga kita termasuk wanita sholihah, yang mana tak ada perhiasan di dunia ini yang lebih indah dari pada Wanita Sholihah…

0 komentar:

Posting Komentar