karena ada ukhty yang nanya ini ke ana, mungkin ini yang bisa ana sampaikan sekedar copas aja...
sebenarnya ada makalah tentang ini, cuman makalahnya lagi terselip. alasannya karena netbook mahasantri tersebut (yang membahas jama'ah tabligh) sedang rusak ....
mungkin postingan ini sementara... insya Allah.... artikel salah satu mahasantri HR akan segera ana kopas....
Syaikh Dr. Rabi Bin Hadi Al Madkhali :
Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma Ba’du.
“Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya, dia menyejukkanmu. Apabila kamu memerintahkannya, dia mentaatimu. Dan apabila kamu tidak ada, dia selalu menjaga dirinya dan hartamu.”(HR. An-Nasa’i)
Setiap wanita pasti ingin tampil lebih cantik dan menarik. Tak pandang siapa mereka, dari yang berpakaian minim, tidak sempurna (tidak menurut syariat islam), hingga yang berpakaian muslimah dan bercadar pun ingin selalu tampil sebagai wanita yang “Cantik dan menarik.”
Dari perkara sunnah yang dianjurkan oleh Islam yaitu melihatnya seorang khatib makhtubah sebelum khitbah.
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum nazhar. Sebagian mereka mengatakan hukumnya mubah (boleh), dan sebagian yang lain mengatakan sunnah mustahab. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’ “Yang benar dalam masalah ini hukumnya sunnah (Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya). Jika seseorang telah mengenalnya tanpa melakukan nazhar maka tidak ada hajat baginya untuk melakukan Nazhar.
Seperti halnya bila dia mengutus seorang wanita yang benar-benar dia percayai untuk mengenali wanita yang hendak dipinangnya (dan dia bersandar dengan berita dari wanita itu).
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum nazhar. Sebagian mereka mengatakan hukumnya mubah (boleh), dan sebagian yang lain mengatakan sunnah mustahab. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam Asy-Syarhul Mumti’ “Yang benar dalam masalah ini hukumnya sunnah (Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya). Jika seseorang telah mengenalnya tanpa melakukan nazhar maka tidak ada hajat baginya untuk melakukan Nazhar.
Seperti halnya bila dia mengutus seorang wanita yang benar-benar dia percayai untuk mengenali wanita yang hendak dipinangnya (dan dia bersandar dengan berita dari wanita itu).
BERSYUKURLAH BAGI ANDA ... YANG SEDANG PROSES DAN SI PEMINANG TAK MELIHAT KECANTIKAN NAMUN KESHALIHAN... Karena di situlah inti kebahagiaan
Na keliling google dan ketemu sebuah cerita, berikut ceritanya
Sebuah email menyapa penulis. Isinya ungkapan terima kasih tentang sebuah buku berjudul ‘No Man No Pain’, cara survive muslimah yang belum menemukan tambatan jiwa. Tapi bukan pujian itu yang membuat hati ini berdesir. Pengakuan lugu dari sang pengirim email yang menceritakan tentang pengalamannya berta’aruf (kenalan serius untuk tujuan menikah), membuat hati ini tercenung.
Na keliling google dan ketemu sebuah cerita, berikut ceritanya
Sebuah email menyapa penulis. Isinya ungkapan terima kasih tentang sebuah buku berjudul ‘No Man No Pain’, cara survive muslimah yang belum menemukan tambatan jiwa. Tapi bukan pujian itu yang membuat hati ini berdesir. Pengakuan lugu dari sang pengirim email yang menceritakan tentang pengalamannya berta’aruf (kenalan serius untuk tujuan menikah), membuat hati ini tercenung.
Berikut ini adalah tulisan akhuna Muhammad Jibriel Abdul Rahman sebagai tahridh penyemangat untuk Mujahid Media dan Jurnalis-jurnalis Islam.
Kepada:
Mujahid Media dan Jurnalis-jurnalis Islam yang ku Cintai Karena Allah.
Mujahid Media Itu Harus Eksis & Media Islam Harus Menjadi Yang Terdepan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji bagi Allah SWT atas segala karunia-Nya berupa kenikmatan Iman, Taqwa dan Keistiqomahan buat para Mujahid-mujahid yang berjuang di jalan-Nya. Shalawat dan salam buat junjungan besar kita, komandan Mujahid, Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya. Amma ba’du.
Kepada:
Mujahid Media dan Jurnalis-jurnalis Islam yang ku Cintai Karena Allah.
Mujahid Media Itu Harus Eksis & Media Islam Harus Menjadi Yang Terdepan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji bagi Allah SWT atas segala karunia-Nya berupa kenikmatan Iman, Taqwa dan Keistiqomahan buat para Mujahid-mujahid yang berjuang di jalan-Nya. Shalawat dan salam buat junjungan besar kita, komandan Mujahid, Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya. Amma ba’du.
Langganan:
Postingan (Atom)